Banyak sebuah lelucon daripada sebuah penghinaan. Sistem kode

Banyak orang menganggp bahwa bahasa dan perilaku lebihsering tidak bekeja sama, maka dari itu teori tanda non verbal adalah bagianyang cukup penting dalam tradisi semiotika. Membuat pertanyaan dalam komunikasinon-verbal nyatanya lebih menarik serta penelitian dalam permasalahan ini lebihyluas dan bersumber tidak hanya pada satu bidang.Pengertian kode non-verbal merupakan kumpulan dariperilaku yang digunakan untuk menyampaikan makna. Salah seorang tokoh terkaitbernama Judee Burgoon telah mengelompokkan sistem kode non-verbal sepertilayaknya beberapa struktur sifat.

Pertama, kode non-verbal cenderung analog dan bukandigital. Sinyal digital mempunyai ciri tersendiri,seperti huruf dan angka,sedangkan sinyal analog berkesinambungan, membentuk sebuah tingkatan atauspectrum, seperti volume suara dan intensitas cahaya. Oleh karena itu, sinyalnon-verbal, seperti ekspresi wajah dan intonasi suara tidak dapat dengansederhana digolongkan menjadi kategori yang mempunyai ciri-ciri tersebut,tetapi lebih dilihat sebagai perbedaan. Kedua, yang banyak ditemukan , tetapitidak semua, dalam kode non-verbal adalah kemiripan (iconicity). Kode ikonisdisimbolkan (seperti ketika anda menggambarkan bentuk sesuatu dengan tangananda ). Ketiga, kode non-verbal tertentu kelihatannya memunculkan maknauniversal. Keempat, kode non-verbal memungkinkan adanya transmisi berkesinambungandalam beberapa pesan. Kelima, sinyal non-verbal sering menimbulkan sebuahresponns otomatis menerobos lampu merah.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Kode non-verbal memiliki dimensi semantik, sintakis,dan pragmatik. Semantik mengacu pada makna dari sebuah tanda, contoh : dua jaridipasangkan dibelakan kepala seseorang adalah sebuah cara untuk memanggilnyaseseorang “setan”. Sintakis mengacu metode bagaimana tanda tersebut disusunkedalam sistem dengan tanda lainnya, contoh : seseorang mungkin menyimpan duabuah jarinya dibelakang kepala seseorang, tertawa dan berkata. Pragmatikmengacu pada pengaruhatau perilaku yang dimunculkan oleh sebuah tanda atausekelompok tanda, seperti ketika tanda “setan” dianggap sebuah lelucon daripadasebuah penghinaan. Sistem kode non-verbal sering digolongkan menurut jenisaktivitas yang digunakan dalam kode. Burgoon mengusulkan tujuh jenis: kinesis(aktivitas tubuh); vokalis atau paralangue (suara); penampilan fisik,haptics(touch); proxemics (ruang);chronemics (waktu); dan artefak (objek). Dari semuaini kinesis dan proxemics telah dikaji secara luas.

Kinesis yang dikemukakan oleh Ray Birdwhistelldiakui sebagai orang pertama dibalik bidang kinesis. Seorang ahli antropologiyang tertarik dengan bahasa bernama Birdwhistell, menggunakan bentuk linguistiksebagai model untuk karya kinesis yang ia buat. Menganalisis aktivitasnon-verbal bisa dengan menggunakan tiga cara yaitu asal, sandi, dan penggunaan.Sumber merupakan awal dari sebuah tindakan. Sebagaicontoh, seseorang dapat berspekulasi bahwa mengangkat alis sebagai sebuah tandabahwa orang tersebut merasa terkejut.

Sandi ( coding ) adalah korelasi antara tindakandengan maknanya. Sebuah tindakan akan berubah jika tidak ada makna yang melekatpada tanda itu sendiri. Sebagai contoh, Jika di Indonesiabila orang tersebutmenggelengkan kepalanya saat diajak untuk berinteraksi maka tandanya orangtersebut sedang tidak tertarik berinteraksi.Kategori ketiga dari persandian  intrinsik yang dimana intrinsik ini merupakanpenunjuk tanda berisikan makna  yangditunjukkan oleh individu tersebut dan mereka sendiri adalah bagian dari apayang ditandai. Sebagai contoh marah merupakan bagian dari kode intrinsik karenamarah merupakan sebuah tanda dan juga sebagai pengungkapan emosi tersendiri.

Cara ketiga untuk menganalisis perilaku denganmenggunakan unsur kebiasaan manusia yang meliputi tingkatan perilaku non-verbalguna menyampaikan makna. Dengan cara tindakan komunikatif hal ini diperuntukkandemi menyampaikan makna secara sengaja. Sebuah tindakan yang interaktifsebenarnya mempengaruhi perilaku individu lainnya. Dapat dikategorikan sebagaitindakan baik itu komunikatif maupun interaktif apabila tindakan itu dilakukansecara sengaja dan dapat berpengaruh. 

x

Hi!
I'm Morris!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out